Sabtu, 18 Agustus 2012

Beginilah Berhari Raya yang Islami




 
Dengan alasan tradisi, cipika-cipiki pria/wanita yang bukan mahram

Oleh: Ali Akbar bin Agil
PADA tiap edisi Lebaran Idul Fitri masyarakat yang tinggal di perkotaan melakukan ‘ritual’ mudik ke kampung kelahiran.  Pada tahun ini para pemudik diprediksi mencapai 16 juta jiwa, baik yang menggunakan alat transportasi udara, darat, maupun laut.
Dalam ‘ritual’ satu ini instansi pemerintahan seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Polri bekerja siang-malam demi menyukseskan hajatan tahunan terbesar itu. Beragam cara dan aturan dibuat demi menunjang kelancaran dan keselamatan para pemudik.
Demikian halnya dalam berhari raya, penting sekali bagi kita mengenal ‘rambu-rambu’ yang mengatur bagaimana kita mengisi hari raya dengan hal-hal islami demi ‘menunjang keselamatan dan kelancaran’ dalam berhari raya. Agar kesucian yang Allah berikan kepada kita bisa terjaga kelangsungannya.
Rambu-rambu pertama adalah tetap dalam kesederhanaan. Kita sah-sah saja membeli dan mengenakan baju baru, kemeja, baju koko, sarung, abaya bagi muslimah, yang baru. Boleh-boleh saja kita membuat kue atau masakan untuk dimakan oleh anggota keluarga maupun sebagai sajian hidangan buat para tamu.  Akan tetapi, semua hal di atas tetap kita lakukan dengan kesederhanaan dan jangan malah menjadi ajang saling bermegah-megahan, bermewah-mewahan, dan bersikap boros.
Ramadhan yang tidak lama lagi kita tinggalkan mengajarkan pengendalian hawa nafsu dari perkara-perkara yang tidak sepatutnya, termasuk mengendalikan diri dari mengikuti keinginan tanpa didasari kebutuhan yang mendesak. Dalam Al-Qur`an dengan tegas Allah melarang bersikap boros.

Allah berfirman:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

 “…dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra` [17] : 26-27).

Begitu pula dalam soal makan dan minum, ada ‘rambu-rambu’ untuk mencegah terjadinya ‘kecelakaan’ pada fisik kita. Pada intinya, kita bisa makan dan minum sesuai kebutuhan kita, tapi sekali lagi, tidak berlebih-lebihan. Makan saat betul-betul lapar dan berhenti sebelum kenyang, demikian yang diajarkan oleh Rasul.
يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A`raaf [07] : 31).

Cara berhari raya idul fitiri secara islami yang kedua adalah mempererat tali silaturrahim dan persaudaraan sesama umat Islam. Dalam Islam persaudaran tidak mengenal batas-batas territorial, suku, ras, dan warna kulit. Rasulullah membuat perumpaan persaudaraan dengan indah. Beliau menggambarkan bahwa persaudaraan di antara sesama umat Islam laksana sebuah bangunan yang saling menguatkan.
Di sisi lain, ada satu hal yang telah mendarah daging padahal salah tapi dipandang lumrah belaka, yaitu bersalam-salaman dengan laki atau wanita yang tidak satu mahram. Dengan alasan sudah jadi tradisi dan kebiasaan turun-temurun, seorang laki-laki menyalami wanita atau sebaliknya ditambah dengan cipika-cipiki. Hal demikian jelas bertentangan dengan ‘rambu-rambu’ berhari raya yang islami.

Soal ketidakbolehan bersalaman dengan yang bukan mahram, Rasulullah telah menjelaskan, “Ditusuknya kepala salah seorang di antara kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada (menanggung hukuman disebabkan) menyentuh perempuan yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani)
Mungkin saja ada yang berdalih bahwa dirinya pernah melihat seorang tokoh agama menyalami wanita yang bukan mahramnya. Untuk menjawabnya, kita katakan bahwa perilaku manusia tidak dapat dirujuk menjadi alat pembenar untuk menyatakan keabsahan suatu perbuatan. Dalil dan petunjuk yang sah adalah Rasulullah SAW yang pernah bersabda, “Sesungguhnya aku tidak menyalami kaum wanita.” (HR. Ahmad).

Halal bi Halal
Di Tanah Air, silaturrahmi dalam momentum Idul Fitri sering diistilahkan dengan Halal bi Halal yang terwujud dalam pertemuan keluarga atau reuni dengan teman lama.
Adab-adabnya sebagai berikut:
Pertama, memperhatikan hari dan waktu yang tepat untuk berkunjung. Usahakan memberi tahu di awal terutama untuk yang akan datang dari jauh, gunakan pakaian yang baik, membawa hadiah atau sesuatu yang bermanfaat baik materi maupun non materi jika mampu.

Kedua, orang yang lebih muda sepatutnya mendatangi orang yang lebih tua. Begitu pula orang awam mendatangi orang alim yang lebih tahu permasalahan agama.
Ketiga, dianjurkan saling memberi nasihat dan wasiat kebaikan. Jika dalam acara resmi dianjurkan mengundang dai atau muballigh untuk member siraman rohani.
Keempat, jangan mengatakan dan melakukan sesuatu yang tidak disukai serta hindari ghibah (menggujing) dan dusta.
Kelima, menjauhi kemaksiatan seperti bersalaman dengan yang bukan mahram –sebagaimana yang telah disinggung di atas-, menyuguhkan musik dan lagu yang tidak islami, melalaikan datangnya waktu shalat.
Keenam, ketika bertemu dianjurkan untuk berjabat tangan, mengucapkan salam ketika pertemuan dan perpisahan serta saling mendoakan. Ketika bertemu saudara sesama muslim dianjurkan untuk mengucapkan, “Taqabballahu minna wa minkum, kullu `amin wa antum bi khair” (semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian, serta semoga kalian selalu dalam kebaikan). Perkataan tersebut diucapkan dengan tulus dan wajah riang agar amal-amal kita benar-benar diterima Allah SWT.

Cara ketiga berhari raya Idul Fitri yang islami adalah dengan tidak lagi mengulangi kemaksiatan. Biasanya di bulan Ramadhan, kantong-kantong kemaksiatan ditutup rapat-rapat; biasanya pula di bulan Ramadhan sebagian artis yang biasanya tampil seronok, mengumbar aurat, ramai-ramai meramadhankan diri dengan menutup tubuhnya rapat-rapat dengan balutan kerudung dan seterusnya; biasanya juga, tayangan-tayangan televisi yang sering menampilkan program tidak mendidik, sedikit banyak menampilkan acara-acara bertemakan Ramadhan.
Dari semua kebiasaan-kebiasaan baik yang tercipta dalam bulan Ramadhan ini, seiring selesainya bulan suci tersebut kantong-kantong kemaksiatan dan tayangan-tayangan televisi kembali ‘unjuk gigi’ dengan kekhasannya.
Apabila kita tidak pandai melihat keadaan seperti ini, bisa saja kita salah dalam menerjemahkan makna berhari raya idul fitri yang ujung-ujungnya memburamkan makna dan hikmahnya. Contohnya, kita sudah beristiqamah melaksanakan shalat secara berjamaah di masjid selama bulan Ramadhan, beristiqamah mengenakan jilbab, menutup aurat, bertaubat dari bermain judi, menunggak Miras, dan sebagianya, semua itu akan menjadi berhenti manakala kemaksiatan terulang karena tidak kuat mengelola diri dengan baik.

Langkah pertama dan utama untuk tidak mengulang perbuatan maksiat adalah seperti yang dikatakan oleh Imam Ibnu Qayyim dengan, “Lawanlah lintasan itu! Jika dibiarkan, ia akan menjadi fikrah (gagasan). Lawanlah fikrah itu! Jika tidak, ia akan menjadi syahwat. Perangilah syahwat itu! Jika tidak, ia akan menjadi `azimah (hasrat). Apabila ini juga tidak dilawan, ia akan berubah menjadi perbuatan. Dan jika perbuatan itu tidak Anda temukan lawannya maka ia akan menjadi kebiasaan, dan setelah itu sulit bagimu meninggalkannya.”
Alangkah indahnya Ramadhan yang diakhiri dengan hari idul fitri yang islami, jauh dari kemewahan dan kemegahan, ajang pamer harta, namun menjadi wahana untuk tetap istiqamah di jalur kebaikan agar selamat dalam perjalanan mudik dari dunia ke negeri akhirat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H. Taqabballahu minna wa minkum, kullu `amin wa antum bi khair.*
Penulis adalah Pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang-Jatim

Jumat, 17 Agustus 2012

DIAM

Diam adalah RELATIVE TO…

Kadang mulut diam tapi hati berbicara,
kadang raga diam tapi mata jelalatan,
tapi ada juga diam tak bergrak

yang pasti, ketika perbuatan / perkataan seseorang lebih condong ke arah yg BURUK…Maka lebih baik Ia DIAM

namun, ada catatan kecil yang harus dicermati dengan bijak yaitu fitrah manusia yang tak luput dari suatu MASALAH…

Masalah tersebut bisa antar manusia (HABLUM MINANNAS) ataupun dengan ALLAH SWT (HABLUM MINALLAH)

Sehingga juka ada suatu masalah / persoalan yang harus dibicarakan, maka lebih baik di BICARAKAN dengan cara yang BAIK pula.

Jika memiliki kekhilafan / kesalahan pada orang lain Kita WAJIB berbicara untuk MEMINTA MAAF......

Jika banyak melakukan dosa maka Kita harus melakukan komunikasi dengan SANG KHALIQ yaitu meminta ampun dengan membaca ISTIGHFAR , BERBICARA kpd-Nya, Mengharap pnghapusan sgl dosa, serta melakukan apa yang telah IA perintahkan dan menjauhi LARANGANNYA........

Hidup Dan Mati

hidup dan mati adalah sama;

tiada kita ketahui kapan masa dihidupkan

dan tiada pula kita ketahui kapan masa dimatikan

asal dari lubang rahim kembali kepada lubang rahman

asal datang dari kasih sayang kembali pulang kepada keridloan

pun engkau rasakan betapa sakit saat datang sekarat

itu semua adalah kehendak dari sang maha pemberi rahmat

pun engkau rasakan betapa sedih hati karena suatu musibah

itu semua adalah kekuasaan dari sang maha pemberi berkah

angin berhembus menyejukkan jiwa,

mengapa musafir merasakan panas membakar dada ?

anjing melolong di tengah sunyinya malam,

mengapa hati tak pernah merasakan ketentraman?

Persahabatan

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

Nilai Sebuah CINTA

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. "Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta. "Aduh! Maaf, Cinta! Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." kata Kekayaan. Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi.

Cinta sedih sekali, namun kemudian dillihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.

Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.

Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...", kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!" Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.

Pada saat itulah barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu." Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalinya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran. "Sebab...," kata orang itu, "hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu..."

Akal dan Nafsu

Ketika Alloh SWT menciptakan Akal dan Nafsu, maka keduanya ditanya: Pertanyaannya sama, kepada Akal terlebih dahulu: “Siapa saya dan siapa kamu, Akal?” Maka Akal menjawab: Anda adalah Sang Kholiq, dan saya adalah makhluk (ciptaanMu). Sementara ketika Nafsu ditanya dengan pertanyaan sama, apa jawabnya? Nafsu menjawab: Aku adalah aku dan Kamu adalah kamu. Lantas dibuanglah Nafsu ke neraka selama 100 tahun. Ketika diambil lagi dari neraka, kembali Alloh menanyai dengan pertanyaan sama, apa jawab Nafsu? Ternyata tetap saja: Aku adalah aku dan Kamu adalah kamu.

THE VALUES OF SMILE

THE VALUES OF SMILE :
  1. It costs nothing but create much.
  2. It enriches those who receive without impoverishing those who give.
  3. It happens in a flash but the memory of it sometimes lasts forever.
  4. None are so rich that they can along without it, and none are so poor but are richer for smile.
  5. It create happiness at home, foster goodwill in a business and is the countersign of friends.
  6. Yet it can not be bought, begged, borrowed or stolen, for it is something that is no earthly good to anybody till it is given away !
  7. And if it ever happens that some people should be too tired to give you a smile, why not leave one of yours ?
  8. For nobody needs a smile so much as those who have none left to give.

Alphabet Personal Success

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

Yuk kita lihat apa maksudnya :

A : Accept.
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : Believe.
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

C : Care.
Pedulilah pada kemampuan anda meraih� apa yang anda inginkan dalam hidup.

D : Direct.
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E : Earn.
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

F : Face.
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G : Go.
Berangkatlah dari kebenaran.

H : Homework.
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

I : Ignore.
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

J : Jealously.
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.

K : Keep.
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

L : Learn.
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

M : Mind.
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

N : Never.
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.

O : Observe.
Amatilah segala hal di sekeliling anda.
Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.

P : Patience.
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

Q : Question.
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

R : Respect.
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

S : Self confidence, self esteem, self respect.
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T : Take.
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.

U : Understand.
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.

V : Value.
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

W : Work.
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.

X : X'tra.
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y : You.
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero.
Usaha nol membawa hasil nol pula.

Litltle Reflection

Sedikit renungan yang mungkin berguna dari kami :

  1. Berikan mereka lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati.
  2. Ketika anda ucapkan, “Aku mencintaimu”, Seriuslah.
  3. Ketika anda ucapkan, “Maafkan saya”, pandang mata orang itu.
  4. Jangan tertawakan / meremehkan impian orang. Orang yang tidak punya impian adalah miskin.
  5. Jangan menilai orang karena dengan siapa mereka berteman.
  6. Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.
  7. Ketika seseorang mengajukan pertanyaan, yang anda sendiri tidak ingin menjawabnya, tersenyumlah dan tanya, “Kenapa anda ingin tahu ?”
  8. Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.
  9. Ucapkan “berkah bagimu” saat anda mendengar orang bersin.
  10. Ketika anda kalah, jangan lupakan pelajaran yang didapat.
  11. Hargai diri sendiri; Hargai orang lain; Bertanggung jawab pada semua yang anda lakukan.
  12. Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.
  13. Ketika anda sadar telah berbuat kesalahan, Ambil langkah segera untuk memperbaikinya.
  14. Tersenyumlah saat menerima telepon. Penelpon akan mendengarnya dari suara anda.

7 Hal yang tidak Bisa Kita Rubah

Dalam hidup ini ada 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Yaitu:

1. Jenis kelamin
Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak bisa mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu, apakah engkau wanita ataupun pria. Act like a woman/man!!

2. Orang tua.
Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua yang mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang pemabuk, penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu akan terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won't respect you, is it terrible?

3. Hari kelahiran.
Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia dijadikan. Amazing ha? But it's true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus lahir ke dunia tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan untukmu.

4. Bentuk Fisik
Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau hidungmu pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk wajahnya, apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi kelihatan aneh dan tidak natural.

5. Masa lalu.
Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke belakang.� karena itu hanya membuat engkau "frozen" - can not do anything! Look at the future and see how good it is.

6. Kedudukan
dalam keluarga. Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau tengah, you can not change it. Nikmati sajalah.

7. Suku bangsa/ras.
Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus dilanda kesulitan? Atau menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan diintimidasi? hmmm.....

Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau di bangsa ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan korupsi, itu sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini.

Itulah 7 hal yang tidak bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk fisik, itu akan membawa kita ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu ingin ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti Tuhan menerimamu. Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau lakukan setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau bisa berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang sudah Tuhan berikan padamu. Kulitmu yang hitam (manis), hidungmu yang kurang mancung, rambut yang lurus, kurang tinggi, dll, dsb deh.

Tujuh Respon

"Dengan tujuh respon dasar, otak tidak hanya menyuguhkan kewarasan' tetapi juga mampu menyuguhkan seluruh alam.

1. RESPON HIDUP & MATI
Respon paling dasar, bahkan kutu rambut pun memiliki hal ini. Lewat respon ini hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan dan tujuanmu cuma satu " BERTAHAN HIDUP"


2. RESPON REAKTIF

Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas. setelah melewati tahap pertama maka akan muncul kebutuhan yg lebih kompleks, yakni; "KE-AKUAN, KEPEMILIKAN". Ini adalah perkenalan pertama kita pada konsep kekuasaan , aturan & hukum.


3. RESPON RELAKSASI

Ditengah hiruk pikuk dunia materi, otak yg senantiasa aktif pun menginginkan kedamaian , ingin tenang, dan ia ingin yakin bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya. maka muncul respon ke-4.


4. RESPON INTUITIF

Otak mencari info keluar & ke dalam, pengetahuan eksternal bersifat obyektif , dan yang internal bersifat intuitif. Pada tahap ini manusia mulai bersandar terhadap apa yang ada di dalam.


5. RESPON KREATIF

Manusia dimampukan untuk mencipta, mengekplorasi fakta. kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban, yang sering kita sebut inspirasi. Kita berkaca pada Sang Pencipta & melalui refleksinya kita mencicipi peran kreator.


6. RESPON VISIONER

Otak mempunyai kemampuan kontak langsung dengan kesadaran murni yg sama sekali tidak ditemukan di dunia materi. Pada level ini terjadi apa yang dinamakan ilham, karomah, atau fenomena-fenomena magis.


7. RESPON MURNI

Otak berawal dari satu sel yg tidak memiliki fungsi2 otak. Ia berawal dari satu cercah kehidupan tak terkatagori.meskipun ada sistemasi bilyunan syaraf yg tergantung pada otak, tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian.itulah sumber sesungguhnya. sesuatu yg tidak perlu berfikir, namun ada.


Melalui ke-7 respon inilah manusia melihat dunia terbentang untuknya dan apa yg disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup. Permainannya sendiri.....terserah kita."

--> masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi, menarik kita ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata. Tidak ada yg lebih penting daripada "SAAT INI" karena itulah momen dimana potensi termanifestasi. Hanya "DISAAT INI" kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan. "SAAT INI" selalu memperbaharui dirinya tanpa batas. Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas, maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yg dangkal.

--> jadi untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan padahal "SAAT INI" adalah karunia dari tuhan.

5 Bola Kehidupan

Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara.

Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.

Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.

Tetapi empat bola lainnya yaitu Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping.

Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya

Bagaimana caranya ?
  1. Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.
  2. Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.
  3. Jangan biarkan hidup kita terpuruk di 'masa lampau' atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
  4. Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
  5. Janganlah takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
  6. Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
  7. Jangan berusaha untuk mengunci cinta dalam hidupmu dengan berkata "tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya 'sayap'.
  8. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.
  9. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.

Karma

Cornered a dusty room filled tip

Karma warm blanket torture

Was unable to turn away

The misery continued to flog, forged, pressed from all directions

Do not want to regret

However reasonable this ill ask some tears

Until almost dry sense of solace soul soot

My body firmly but not my soul

God the pain when your name came out

From broken cavity bleeding lips

Why do you hate me, saying I was only able to ask

All the talk about full of compassion Thou

Full of love and peace

But ... ...

Is there going to compassion for me? If you reserved for treason in front bayangpun

Extent where it try myself

What's up air also allied to hate me?

If that were true there

I can only thank you because I know your secret

Karma is a return to comfort me

Maybe later ... ....

Mencintai Bayangan

Bulan sabit terpendar, setengah kehidupan… menghias malam.

Katak Jatuh cinta kepada bulan sabit, dilihatnya bulan tersenyum sempurna untuk nya dari dalam kolam, dan dicurinya ciuman melalui air… bulan sabit nampak bergetar, bak gelombang menyambut cinta sang katak, iya.. gelombangnya sangat terlihat nyata dari air… terjawabkah cinta sang katak ?

Bulan sabit tetap diam, bahkan pergi tak berbekas seiring dengan hilangnya malam… katak menyadari bahwa ia mencintai bayangan… lalu ditatapnya rembulan melalui air, menjaga rembulan tak terluka oleh cintanya dan merindunya dari jauh saja

Menapaki Kedewasaan

Dewasa bukan berarti tua, Dewasa bukan berarti sudah pernah melakukan sesuatu yang hebat dan besar, Dan dewasa bukan pula berarti suatu kemapanan hidup yang dicita citakan. TETAPI seseorang bisa dikatakan dewasa adalah bagaimana ia bisa melihat diri sendiri serta lingkungannya, bagaimana ia mengetahui siapa dia, dimana dia berada, kapan waktunya dan bagaimana caranya dia bersikap sehingga ia tahu kapan dan apa yang boleh atau tidak boleh ia dikerjakan.

Memang tak bisa dihindarkan pada proses perjalanan kehidupan ini selalu ada 2 (dua) sisi yang berbeda, baik dan buruk, benar dan salah, kosong dan terisi, sedih dan senang, hitam dan putih. Dua sisi ini akan selalu ada dalam setiap proses kehidupan, biarlah hal itu terjadi secara alamiah asalkan masih dalam jalur membangun diri bukan untuk saling menjatuhkan, karena dua sisi tersebut dibutuhkan dalam dinamika kehidupan.

Iya, dewasa adalah ketika kita mampu membedakan hitam dan putih kehidupan dan yang terpenting adalah kita bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat karena dewasa adalah berani bertanggung jawab, berani janji dan berani menepati … Dan cara ALLAH membuat kita dewasa adalah dengan memberi ujian disana dan disini, dengan menempatkan kita pada kondisi yang tidak kita inginkan agar kita kuat !! Sip.

Orang Yang bisa Menertawakan Dirinya Sendiri adalah orang yang hebat dan lebih berpeluang menuju kearah sukses. Mengapa demikian? Karena orang-orang seperti ini mampu menyadari kelebihan serta kekurangan dalam dirinya sendiri. Dan orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang bisa belajar dari kegagalan, mereka tidak takut dalam menghadapi suatu kemungkinan gagal, mereka tidak takut akan malu dalam suatu kegagalan, mereka akan berusaha sekeras mungkin dalam melakukan suatu pekerjaan.

Dan bila mereka gagal dan ditertawakan orang lain, mereka tidak mudah putus asa karena malu, mereka akan mencoba lagi sampai berhasil. Karena orang-orang yang berani menghadapi kegagalan dan akan bangkit dari kegagalan adalah orang yang bakal sukses. Dan apabila mereka melakukan suatu kesalahan, mereka bahkan bisa menertawakan diri mereka sendiri karena telah sadar bahwa dirinya sendiri telah melakukan suatu hal yang bodoh yang membuat mereka gagal.

Do'a

Dulu, kerap kali terlintas di dalam benak saya “kenapa yah koq ALLAH tidak juga mengabulkan doa saya, apa sih susahnya memberikan saya yang itu padahal orang lain bisa mendapatkannya dengan mudah” bahkan beberapa kali dalam perjalanan nafas saya, saya merasa bahwa ALLAH hanya mendengar doa saya, menampung permohonan demi permohonan saya tapi tidak menjawab doa saya, ah saya telah berburuk sangka kepada ALLAH padahal sebagai hamba harusnya saya yakin bahwa ALLAH maha mengabulkan semua doa, termasuk doa-doa saya tentunya dan ALLAH tidak pernah ingkar janji ketika DIA mengatakan akan mengabulkan semua doa dengan syarat saya yakin bahwa DOA ini PASTI terkabulkan, dan bukan hanya yakin tapi melalui proses yang benar tentunya,
Iya, semua ada prosesnya dong apalagi doa, dan sebagai manusia tentu ilmu saya tidak akan sampai untuk sekedar mengerti bagaimana ALLAH memproses doa saya dan memang bukan hak saya untuk tahu kan ? yang terpenting adalah YAKIN dan percaya bahwa tak ada yang tak mungkin bagi ALLAH lalu mengapa harus meragukan, mengapa harus khawatir tidak dikabulkan, mengapa meragukan kemampuan ALLAH mengabulkan doa doa saya, ah sungguh hamba yang kurang sopan saya nih. nauzubillahimindzalik.


Teringat ucapan guru mengaji saya bahwa salah satu perlakuan atas doa saya adalah DITUNDA untuk diberikan hingga saat yang tepat, jika ditanyakan kepada saya pasti jawaban saya “maunya sekarang dikabulkan dong ALLAH, kan saya inginnya sekarang” padahal ilmu saya tak akan sanggup untuk sekedar mengerti bahwa ALLAH lebih tahu kapan saat yang tepat, iya hanya masalah waktu aja koq saya protes, kadar keimanan saya mulai dirasuki setan nih jika begini keadaannya, toh mungkin ALLAH masih suka melihat saya merengek rengek memohon karena ALLAH, dan ALLAH pasti tahu kapasitas saya, tahu setelah diberi pasti kabur dari tahajudnya yang super khusyu, dari puasanya yang senin kamis plus plus, dari sedekahnya yang sedikit tapi rutin itu. Artinya semakin ditunda, semakin lama saya dapat bermesraan dengan ALLAH, bukankah harusnya saya menikmati saat saat indah ini jadi gak seharusnya saya protes saat doa saya ditunda, PASTI dikabulkan koq, hanya masalah waktu jangan ragu dengan kemaha kuasaan ALLAH deh.

ALLAH memang luar biasa ketika menunda sebuah doa, coba bayangkan apa jadinya jika setiap doa saya langsung terkabul, apa saya gak jadi manusia yang paling sombong didunia ini yah, apa saya gak jadi besar kepala yah, apa saya gak jadi malas karena apa apa tinggal minta sama ALLAH, apa gak kacau hidup saya jadinya ketika saya minta diberi, minta dikasih ah sungguh ditundanya doa saya adalah tanda tanda kebesaran ALLAH, dengan ditunda maka ALLAH akan melihat kesungguhan saya berusaha untuk mendapatkan doa itu sebagai hadiah dari ikhtiar saya bukan pemberian tanpa pembelajaran, bukankah didalam ikhtiar itu ada cara ALLAH mendewasakan saya, jadi mengerti arti berusaha, jadi punya rasa memiliki setelah diijabah nanti … jadi saat harus ditunda adalah saat saya harus ikhtiar, lalu biarkan tangan ALLAH yang akan mengatur kapannya yang itu jadi milik saya

Pernah dengar ini kan? Sesungguhnya di dalam hati terdapat sebuah sobekan yang tidak bisa dijahit kecuali dengan menghadap ALLAH. Didalam hati ada sebuah keterasingan yang tak mampu diobati kecuali dengan menyendiri bersama ALLAH.

Di dalam hati ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali oleh kebahagiaan yang tumbuh karena mengenal ALLAH dan ketulusan berdekatan dengan-NYA. Di dalam hati terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan bersimpuh kepada ALLAH, menuju ALLAH. Di dalam hati ada juga gejolak api yang tidak akan mampu dipadamkan kecuali oleh keridhaan akan perintah, larangan dan keputusanALLAH. Di dalam hati juga terdapat tuntutan kuat yang tidak akan berhenti sebelum ALLAH menjadi satu-satunya tujuan. Di dalamnya pun ada kebutuhan yang tidak akan terpenuhi kecuali oleh kecintaan kepada ALLAH. Bahkan jika hati ini diberi dunia beserta segala isinya, kebutuhan tersebut tetap tak akan terpenuhi tanpa menghadap penuh kepada ALLAH

Doa adalah ibadah yang terindah, pengobat segala gelisah, meletakan harapan pada pemilik kemungkinan, tidak ada yang mustahil bagi ALLAH, datangilah ALLAH dengannya hati, menghadap Rabb nya manusia demi menambal sobekan serta menghilangkan keterasingan, kesedihan dan kehilangan.

Jadi semakin ditunda semakin indah kan? bahwa penundaan ini karena cintaNYA ALLAH, katanya mau jadi kekasih ALLAH, baru ditunda aja udah cemberut, ngambek gak mau berdoa lagi, plus bilang ALLAH pelit gawat, memang manusia kadang kurang sopan. Dan doá kita pasti dikabulkan kok. Jika g' di dunia maka d' akhirat atau doá 2 menjadikan kita jauh dari musibah Allah.


Syetan ja yang merupakan makhluk-Nya yang paling terrkutuk doánya dikabulkan. Pa lagi kita manusia yang merupakan Makhluk-Nya yang sempurna. Jadi jangan pernah ragu ma Allah. Lok kita ragu ma kekuasaan Allah maka Allah pun g' kan mau ngasih kita kebahagiaan karena kita dah terlanjur yakin lok Allah g' prnah ngabulin doá kita. Naudzubillah min dzalik.

ya ALLAH kabulkan doa doa kami, kemana lagi kami meminta jika bukan kepadaMU, iya kemana lagi ?

“Tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati … yang mencintai aku, apa adanya“

^The Rock Mode On^

Hidup Bahagia

Pernahkah terpikir di dalam jiwa kita bahwa bahagia itu sebetulnya ada di dalam genggaman kita ?
Iya memang benar kebahagiaan itu tergantung pada kita sendiri, bukan tergantung pada orang tua, sahabat, pacar, saudara maupun pasangan hidup kita. Kebahagiaan itu ada pada sikap kita, SIKAP NEGATIF kita terhadap sesuatu keadaanlah yang menyebabkan diri kita tidak bahagia ataupun sebaliknya.
Ternyata ada banyak hal yang membuat kita tidak nyaman, kita merasa tersiksa atau apalah itu. Salah satunya adalah kegemaran kita menyimpan “memori – memori buruk”, kenang – kenangan yang menyakitkan hingga jika otak kita diibaratkan sebagai suatu wadah maka kita akan mengisinya dengan “sampah” hingga hidup kita terasa pahit. Namun apabila kita mengizinkan “memori-memori indah” mengisi otak kita maka hidup kita akan terasa indah.
Ketika kita mengisinya dengan hamparan padi yang mulai menguning, bunga mawar yang sedang merekah, dan canda tawa orang terdekat kita maka akan terasa berwarna hidup kita. Namun ketika yang tersimpan hanyalah perbuatan orang – orang yang telah jahat kepada kita, telah menyakiti kita maka akan keruhlah otak kita sampai – sampai kita ingin mati saja.
Pengalaman-pengalaman buruk, seperti penghinaan, perlakukan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan, dan lainnya itu adalah ‘’sampah” yang berpotensi mengotori pikiran. Semakin seringkita menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita.
Karena itu, kalau mau bahagia maka satu syarat adalah membersihkan kepala dari ‘’sampah-sampah busuk”. “Setuju kan sampai disini, lalu bagaimana caranya ?
HARUS selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti kita, maka kita akan mencariseribu satu alasan agarkita tidak membenci orang itu, kita harus mencari sejuta alasan untuk menyayanginya agar selalu ada yang indah yang melayang layang di jiwa kita,selalu mengingat kebaikannya dan PANTANG bagi kita mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan. Kan manusia tempatnya khilaf kan ? dengan memaafkan dan menyayangi orang yang telah mengambil bahagia kita maka suatu hari orang itu akan mengingat kita sebagai orang yang baik hati dan tidak sombong, orang yang penuh kelembutan dan penyayang !!
Jadi, segera lupakan semua perlakuan yang gak nyaman, Ibaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah segera membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yang lain “lihat nih muka gue dicoret coret si itu tuh, jadi gue kaya gini” douh padahal tinggal dibersihin pake tisu basah udah kelihatan cakep lagi, ALLAH saja Maha menutup aib umatnya. Kenapa juga kita yang cuma manusia sibuk teriak tentang perlakuan orang lain, kan membuka aib sendiri itu namanya bukan ? Jadi jika ada yang menghina, memfitnah kitamisalnya. Mending, kita belajar bijak untuk segera menghapus, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang tentang perlakukan sahabat kita,
GAK PENTING NIH begini, emang mau apa kalau ALLAH marah dan membuka aib-aib kita yang lain dan menghinakan kita, gak mau kan ? makanya jangan main main dengan balasan ALLAH deh…
”Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaahaa [20]: 25-28).
Mintalah kepada ALLAH untuk mengganti hati kitayang penuh sampahdengan hati yang baru yang penuh kasih sayang, hati yang pemaaf, hati yang jauh dari dendam, hati yang mengganti setiap luka dengan doa agar mereka termaafkan dan bahagia amin ya ALLAH.
Jadi, bahagia itu ada dalam genggaman kita bukan ? syaratnya BUANG segala penyakit hati dan hiduplah dengan penuh kasih sayang, ALLAH itu maha lembut, maha penyayang, maha memaafkan.

Lepas Pakaian Kesombongan

Lepas Pakaian Kesombongan

“Apabila kesombongan sudah menyelimuti hati kita, pandangan kita terhadap orang lain akan cenderung menghinakan dan merendahkan”
Dan ketika kita merasa diri kita lebih tinggi derajatnya secara materi, kedudukan, tingkat sosial, pendidikan dan sebagainya maka saat itulah kita memiliki kesombongan dan ketika kesombongan telah menjadi pakaian kita maka bersiap siaplah akan datang teguran dari ALLAH yang maha dahsyat...................


Bacalah Kisah seorang teman berikut ini ! Sengaja kami menggunakan kata – kata Aku. Hal ini bertujuan supaya kita bisa lebih menjiwai maksud kisah ini. Mudah-mudahan dengan membaca kisah ini iman kita kepada-Nya semakin kuat. Kami bukanlah menggurui namun kami hanyalah ingin berbagi ilmu kepada ikhwan wal akhwat muslimin.

Pagi ini ketika memasuki halaman masjid untuk shalat Duha Aku menjumpai seorang bapak tua berpakaian oranye yang memegang sapu dan duduk di depan halaman masjid. Aku kira dia seorang penjaga masjid yang mungkin sedang melepas lelah sehabis menyapu halaman masjid. Karena hari belum menunjukan pukul 7 pagi maka Aku pun berinisiatif untuk duduk di teras masjid bersebelahan dengannya, kemudian mengeluarkan uang Rp.20.000 dari kantong rokku dan menyerahkan kepada Bapak tua tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih ya neng atas sodaqohnya. Semoga berkah, dan akan saya masukan saja ke kotak amal ya neng” kata Bapak tua tersebut. “Amin ya ALLAH”, gumamku dalam hati sambil berdiri dan melangkah menuju masjid tanpa memperhatikan kata-kata Bapak tua tersebut.

Selesai shalat, tepat jam 8.00, Aku mulai melihat keramaian, ternyata ada pengajian Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak di masjid tersebut,dan karena belum ada rencana kemana-mana maka Aku pun memilih untuk ikut mendengarkan tauziah pagi ini dengan harapan ada yang bisa diambil ilmunya. Duduk manis di sudut, bersandarkan tiang besar masjid, Aku pun menunggu kedatangan sang ustadz. Setelah beberapa waktu berlalu datanglah memasuki masjid seorang lelaki yang sudah setengah tua, berpakaian putih bersih, bersarung kotak kotak, berpeci haji dan mengenggam tasbih, dimataku wajahnya bercahaya laksana mentari pagi waktu itu dan subhanallah ia.... ia..... adalah bapak petugas kebersihan berbaju oranye yang Aku temui di depan masjid tadi … ah, sungguh Aku malu dibuatnya.

Berulang kali aku mencoba memicingkan mataku karena takut salah lihat, ternyata benar ia adalah bapak tadi yang meletakan uang dua puluh ribunya di kotak amal, ternyata ia adalah seorang guru mengaji, seorang terpandang di masyarakatnya, seorang dengan ilmu yang tinggi dan seseorang yang terus belajar dan yang pasti ia seorang yang rendah hati, yang jauh dari kesombongan. Dan akupun telah meremehkan dirinya.

Jadi, Marilah kita belajar dari bapak tadi, mulai sekarang lepaskan pakaian kesombongan kita, karena kedudukan manusia dimata ALLAH bukanlah dilihat apa yang dimiliki tapi dilihat dari ketaqwaan, seberapa mampu kita menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA, hanya itu koq … yang lain ?
TIDAK, masih banyak yang lebih hebat dari kita, masih banyak yang lebih cantik / tampan dari kita, masih banyak yang lebih berilmu, masih banyak yang lebih kaya dan urusan dunia tak akan ada ujungnya…...........................

Dan berhentilah merasa diri paling benar dan paling cerdas, kalo ALLAH marah, nanti diambil loh semua isi otaknya dan menjadi pikun, kalau ALLAH marah nanti di ambil loh kecantikan dan ketampanan dan dilumpuhkan, kalau sudah begini, masih beranikah kita sombong ? Harus diakui bahwa ALLAH sangat berkuasa, jadi jangan main main dengan kesombongan karena kesombongan hanyalah milik Dzat Yang Maha Sempurna, Dzat Yang Maha Kaya, Dzat Yang Maha Hebat yaitu Tuhan kita ALLAH SWT.
Marilah kita bersama-sama membuang kesombongan itu jauh-jauh dari dalam lubuk hati kita. Mudah-mudahan kita termasuk makhluq yang rendah hati. Ameen.................

Kata Tanpa Makna

Ya Hayyu ya Qoyum, “Kami hanya manusia yang kerap tak menyadari, betapapun beratnya ujian hidup ini pasti selalu ada jalan keluarnya. Saat segala sesuatunya terasa tak mungkin, yakinlah bahwa ada Zat yang sanggup mengubah segala yang tampaknya mustahil itu menjadi kenyataan. Kala kesulitan hidup datang mendera, yakinlah bahwa ALLAH telah menyediakan jalan keluarnya jika kita benar-benar mau berusaha dan bertawakkal penuh kepada-NYA”

Ketika ada kemauan maka pasti ada jalan, bagaimana ALLAH mau menolong ketika kita sendiri tidak mau menolong diri kita sendiri kan ? boleh menikmati luka, silahkan dan tidak ada yang melarang, tapi harus diingat ada satu kata yang lebih bisa dinikmat dan jauh lebih indah dari kata luka yaitu BAHAGIA …

So? pilih yang mana ? salah satu tanda bahwa kita masih hidup adalah ketika kita berdiri, bukan ketika kita memilih hanya tergeletak menikmati luka kita dan membunuh jiwa kita. Yakinkan diri kita bahwa hari esok leboh baik untuk kita. Kita bukan hidup untuk masa lalu tapi kita hidup di masa sekarang dan hidup untuk masa depan.

Begitu banyak alasan untuk hidup dan ingatlah gantungkan semua urusan kepada ALLAH, tak ada yang tak mungkin bagi ALLAH untuk mengubah kita seperti apa apa yang kita inginkan, syaratnya hanya ikhlas menerima apa apa yang menjadi ujiannya, tidak mengeluh ketika semua milikNYA diambil dari kita … saya hanya pemain dari kisah hidup saya, ada sutradara yang mengatur yaitu ALLAH, maka saya harus memainkan peran saya dengan sebaik baiknya agar sutradara saya senang, dengan sedikit improvisasi berupa ikhtiar tentunya kan?

Mulai sekarang katakan MAU pada setiap yang kita inginkan, saya MAU menjadi orang yang takwa maka ALLAH akan memberi jalan, saya MAU menjadi penulis maka ALLAH akan memberikan jalan, saya MAU menjadi kaya maka ALLAH akan mengulurkan bantuan, saya MAU keluar dari patah hati maka ALLAH akan memberikan pelukan terhangat, cukup katakan saya MAU … MAU dan MAU stop bilang saya BELUM BISA, TIDAK BISA kalimat itu haram hukumnya bagi manusia yang mempercayai bahwa ALLAH mampu mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin

Cinta Vs Benci

Sering tak disadari, kita berpikir hampir selalu dalam dikotomi...
Salah vs benar
baik vs buruk
laki vs wanita
gelap vs terang
siang vs malam
on vs off
termasuk Cinta vs Benci...

kadang kita menganggap itulah lawan kata dari yang sebelumnya...
tapi benarkah demikian?
benarkah salah selalu berlawanan dengan benar?
benarkan baik selalu berlawanan dengan buruk?
benarkah laki selalu berlawanan dengan wanita?
benarkah gelap selalu berlawanan dengan terang?
benarkah siang selalu berlawanan dengan malam?
benarkah cinta selalu berlawanan dengan benci?

Benarkah lawan dari CINTA itu adalah BENCI?

Ketika seseorang seringsekali bercerita tentang kebenciannya pada sesuatu, apakah itu benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak cinta ?

Salah seorang tokoh besar, Fariduddin al Attar pernah bercerita, bahwa ada seorang tokoh yang berkunjung ke tempat Robi'ah al adawiyah, ulama besar ahli mahabbah,si tamu tersebut selama berada di tempat robiah yang diceritakan adalah betapa jeleknya dunia itu, betapa buruknya dunia itu, betapa menipunya dunia itu, dan betapa ia bencinya dunia itu.
Robi'ah tersenyum...
dan ketika si tamu itu berlalu, Sofyan At Tsauri, sahabat Robiah yang juga sedang berkunjung ke situ bertanya pada Robiah,"Benarkah orang itu benci kepada dunia ?"
Robiah tersenyum dan berkata,"Bagaimana mungkin dia membenci dunia ? yang ada di pikiran dan perasaannya hanyalah terisi dengan dunia dan urusannya"

Dzunnun al Mishri, satu waktu di datangi salah seorang muridnya,"ya Guru, kata muridnya, aku sudah beribadah kepada Tuhan selama 30 tahun yang menurutku aku juga sungguh2. Siang puasa, malah tahajud dan selain amalan wajib, yang sunnah2 juga aku kerjakan. tapi bukannya aku tidak puas dengan keadaanku, tetapi mengapakah tidak ada sedikitpun tanda2 yang datang dari Tuhan tentang apa yang telah aku lakukan ini?"

Dzunnun menjawab,"kalau begitu, nanti malam kamu makan yang banyak, dan jangan sholat isya"
Si murid agak heran juga mendengar saran gurunya, tapi ia mengangguk dan pulang.
Keesokan harinya, ia datang ke Dzunnun dan bercerita,
"Alhamdulillah guru, semalem saya mendapatkan tanda itu dari Allah SWT, aku sudah menuruti saran guru untuk makan yang banyak, tetapi aku tidak tega untuk meninggalkan sholat wajib isya. Kemudian malam harinya, aku bermimpi didatangi oleh Rosulullah saw dan beliau bersabda,"wahai fulan, tenangkan hatimu, Allah mendengar, melihat dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. Bersabarlah dan ikhlaslah." dalam mimpi itu saya mengangguk, kemudian Rosulullah saw bersabda lagi,"Dan sampaikan pada Dzunnun Al Mishri bahwa Allah berpesan agar ia jangan menyarankan muridnya untuk tidak sholat isya"

Mendengar itu Dzunnun tertawa sampai keluar air matanya.. kemudian ia berkata,
"Jika kamu tidak bisa mendekatiNya melalui Kasih SayangNya, maka dekatilah Ia melalui rasa marahNya"

Dan baru saja kemarin saya tertegun ketika membaca buku "Secret of Power Negotiating", di dalam buku itu, Roger Dawson menulis,"apakah lawan CINTA itu adalah BENCI ??" , Tidak !! katanya, Lawan CINTA itu adalah KETIDAKPEDULIAN...

Bagi seorang Pecinta, kebencian dari sang kekasih itu lebih berharga dari pada KETIDAKPEDULIAN dari yang dicintainya...

Seseorang bersyair..
"Ya kekasih...dari pada engkau memalingkan wajahmu dariku, lebih baik, sakiti aku dan marahi aku dan bencilah aku...itu lebih baik..sebab kemarahanmu, dan kebencianmu, itu adalah salah satu bentuk kepedulianmu kepadaku"

hati seorang pecinta..
lebih memerlukan kepedulian dari yang dicintai..
dari pada ketidak peduliannya..
baikpun kepedulian itu berwujud kasih sayang yang dicintainya...
ataupun kepedulian itu berwujud amarah dan bencinya...

"KETIDAKPEDULIAN adalah lawan dari CINTA"