Jumat, 17 Agustus 2012

Hidup Bahagia

Pernahkah terpikir di dalam jiwa kita bahwa bahagia itu sebetulnya ada di dalam genggaman kita ?
Iya memang benar kebahagiaan itu tergantung pada kita sendiri, bukan tergantung pada orang tua, sahabat, pacar, saudara maupun pasangan hidup kita. Kebahagiaan itu ada pada sikap kita, SIKAP NEGATIF kita terhadap sesuatu keadaanlah yang menyebabkan diri kita tidak bahagia ataupun sebaliknya.
Ternyata ada banyak hal yang membuat kita tidak nyaman, kita merasa tersiksa atau apalah itu. Salah satunya adalah kegemaran kita menyimpan “memori – memori buruk”, kenang – kenangan yang menyakitkan hingga jika otak kita diibaratkan sebagai suatu wadah maka kita akan mengisinya dengan “sampah” hingga hidup kita terasa pahit. Namun apabila kita mengizinkan “memori-memori indah” mengisi otak kita maka hidup kita akan terasa indah.
Ketika kita mengisinya dengan hamparan padi yang mulai menguning, bunga mawar yang sedang merekah, dan canda tawa orang terdekat kita maka akan terasa berwarna hidup kita. Namun ketika yang tersimpan hanyalah perbuatan orang – orang yang telah jahat kepada kita, telah menyakiti kita maka akan keruhlah otak kita sampai – sampai kita ingin mati saja.
Pengalaman-pengalaman buruk, seperti penghinaan, perlakukan buruk, cemoohan, ketersinggungan, kegagalan, dan lainnya itu adalah ‘’sampah” yang berpotensi mengotori pikiran. Semakin seringkita menyimpan memori buruk di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita.
Karena itu, kalau mau bahagia maka satu syarat adalah membersihkan kepala dari ‘’sampah-sampah busuk”. “Setuju kan sampai disini, lalu bagaimana caranya ?
HARUS selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya. Saat orang lain menyakiti kita, maka kita akan mencariseribu satu alasan agarkita tidak membenci orang itu, kita harus mencari sejuta alasan untuk menyayanginya agar selalu ada yang indah yang melayang layang di jiwa kita,selalu mengingat kebaikannya dan PANTANG bagi kita mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang boleh jadi tidak sengaja ia lakukan. Kan manusia tempatnya khilaf kan ? dengan memaafkan dan menyayangi orang yang telah mengambil bahagia kita maka suatu hari orang itu akan mengingat kita sebagai orang yang baik hati dan tidak sombong, orang yang penuh kelembutan dan penyayang !!
Jadi, segera lupakan semua perlakuan yang gak nyaman, Ibaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka tindakan yang bijak adalah segera membersihkannya, bukan membiarkannya, atau menunjukkannya pada yang lain “lihat nih muka gue dicoret coret si itu tuh, jadi gue kaya gini” douh padahal tinggal dibersihin pake tisu basah udah kelihatan cakep lagi, ALLAH saja Maha menutup aib umatnya. Kenapa juga kita yang cuma manusia sibuk teriak tentang perlakuan orang lain, kan membuka aib sendiri itu namanya bukan ? Jadi jika ada yang menghina, memfitnah kitamisalnya. Mending, kita belajar bijak untuk segera menghapus, bukan memendamnya, membesar-besarkannya, atau menunjukkannya pada banyak orang tentang perlakukan sahabat kita,
GAK PENTING NIH begini, emang mau apa kalau ALLAH marah dan membuka aib-aib kita yang lain dan menghinakan kita, gak mau kan ? makanya jangan main main dengan balasan ALLAH deh…
”Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaahaa [20]: 25-28).
Mintalah kepada ALLAH untuk mengganti hati kitayang penuh sampahdengan hati yang baru yang penuh kasih sayang, hati yang pemaaf, hati yang jauh dari dendam, hati yang mengganti setiap luka dengan doa agar mereka termaafkan dan bahagia amin ya ALLAH.
Jadi, bahagia itu ada dalam genggaman kita bukan ? syaratnya BUANG segala penyakit hati dan hiduplah dengan penuh kasih sayang, ALLAH itu maha lembut, maha penyayang, maha memaafkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar