Pernahkah terpikir di dalam jiwa kita bahwa bahagia itu sebetulnya ada di dalam genggaman kita ?
Iya
memang benar kebahagiaan itu tergantung pada kita sendiri, bukan
tergantung pada orang tua, sahabat, pacar, saudara maupun pasangan
hidup kita. Kebahagiaan itu ada pada sikap kita, SIKAP NEGATIF kita
terhadap sesuatu keadaanlah yang menyebabkan diri kita tidak bahagia
ataupun sebaliknya.
Ternyata
ada banyak hal yang membuat kita tidak nyaman, kita merasa tersiksa
atau apalah itu. Salah satunya adalah kegemaran kita menyimpan “memori –
memori buruk”, kenang – kenangan yang menyakitkan hingga jika otak
kita diibaratkan sebagai suatu wadah maka kita akan mengisinya dengan
“sampah” hingga hidup kita terasa pahit. Namun apabila kita mengizinkan
“memori-memori indah” mengisi otak kita maka hidup kita akan terasa
indah.
Ketika kita mengisinya
dengan hamparan padi yang mulai menguning, bunga mawar yang sedang
merekah, dan canda tawa orang terdekat kita maka akan terasa berwarna
hidup kita. Namun ketika yang tersimpan hanyalah perbuatan orang –
orang yang telah jahat kepada kita, telah menyakiti kita maka akan
keruhlah otak kita sampai – sampai kita ingin mati saja.
Pengalaman-pengalaman
buruk, seperti penghinaan, perlakukan buruk, cemoohan,
ketersinggungan, kegagalan, dan lainnya itu adalah ‘’sampah” yang
berpotensi mengotori pikiran. Semakin seringkita menyimpan memori buruk
di otak, semakin negatif sikap dan perilaku kita.
Karena itu, kalau mau bahagia maka satu syarat adalah membersihkan kepala dari ‘’sampah-sampah busuk”. “Setuju kan sampai disini, lalu bagaimana caranya ?
Karena itu, kalau mau bahagia maka satu syarat adalah membersihkan kepala dari ‘’sampah-sampah busuk”. “Setuju kan sampai disini, lalu bagaimana caranya ?
HARUS
selalu berusaha mengingat kebaikan orang dan melupakan keburukannya.
Saat orang lain menyakiti kita, maka kita akan mencariseribu satu
alasan agarkita tidak membenci orang itu, kita harus mencari sejuta
alasan untuk menyayanginya agar selalu ada yang indah yang melayang
layang di jiwa kita,selalu mengingat kebaikannya dan PANTANG bagi kita
mengabaikan seribu kebaikan orang, hanya karena satu keburukan yang
boleh jadi tidak sengaja ia lakukan. Kan manusia tempatnya khilaf kan ?
dengan memaafkan dan menyayangi orang yang telah mengambil bahagia
kita maka suatu hari orang itu akan mengingat kita sebagai orang yang
baik hati dan tidak sombong, orang yang penuh kelembutan dan penyayang
!!
Jadi, segera lupakan semua
perlakuan yang gak nyaman, Ibaratnya, kalau tinta mengotori muka, maka
tindakan yang bijak adalah segera membersihkannya, bukan membiarkannya,
atau menunjukkannya pada yang lain “lihat nih muka gue dicoret coret
si itu tuh, jadi gue kaya gini” douh padahal tinggal dibersihin pake
tisu basah udah kelihatan cakep lagi, ALLAH saja Maha menutup aib
umatnya. Kenapa juga kita yang cuma manusia sibuk teriak tentang
perlakuan orang lain, kan membuka aib sendiri itu namanya bukan ? Jadi
jika ada yang menghina, memfitnah kitamisalnya. Mending, kita belajar
bijak untuk segera menghapus, bukan memendamnya, membesar-besarkannya,
atau menunjukkannya pada banyak orang tentang perlakukan sahabat kita,
GAK
PENTING NIH begini, emang mau apa kalau ALLAH marah dan membuka
aib-aib kita yang lain dan menghinakan kita, gak mau kan ? makanya
jangan main main dengan balasan ALLAH deh…
”Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaahaa [20]: 25-28).
Mintalah kepada ALLAH untuk mengganti hati kitayang penuh sampahdengan hati yang baru yang penuh kasih sayang, hati yang pemaaf, hati yang jauh dari dendam, hati yang mengganti setiap luka dengan doa agar mereka termaafkan dan bahagia amin ya ALLAH.
Jadi, bahagia itu ada dalam genggaman kita bukan ? syaratnya BUANG segala penyakit hati dan hiduplah dengan penuh kasih sayang, ALLAH itu maha lembut, maha penyayang, maha memaafkan.
”Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku; dan mudahkanlah urusanku; dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku; agar mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaahaa [20]: 25-28).
Mintalah kepada ALLAH untuk mengganti hati kitayang penuh sampahdengan hati yang baru yang penuh kasih sayang, hati yang pemaaf, hati yang jauh dari dendam, hati yang mengganti setiap luka dengan doa agar mereka termaafkan dan bahagia amin ya ALLAH.
Jadi, bahagia itu ada dalam genggaman kita bukan ? syaratnya BUANG segala penyakit hati dan hiduplah dengan penuh kasih sayang, ALLAH itu maha lembut, maha penyayang, maha memaafkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar