Lepas Pakaian Kesombongan
“Apabila kesombongan sudah menyelimuti hati kita, pandangan kita terhadap orang lain akan cenderung menghinakan dan merendahkan”
Dan ketika kita merasa diri kita lebih tinggi derajatnya secara materi, kedudukan, tingkat sosial, pendidikan dan sebagainya maka saat itulah kita memiliki kesombongan dan ketika kesombongan telah menjadi pakaian kita maka bersiap siaplah akan datang teguran dari ALLAH yang maha dahsyat...................
Bacalah Kisah seorang teman berikut ini ! Sengaja kami menggunakan kata – kata Aku. Hal ini bertujuan supaya kita bisa lebih menjiwai maksud kisah ini. Mudah-mudahan dengan membaca kisah ini iman kita kepada-Nya semakin kuat. Kami bukanlah menggurui namun kami hanyalah ingin berbagi ilmu kepada ikhwan wal akhwat muslimin.
Pagi ini ketika memasuki halaman masjid untuk shalat Duha Aku menjumpai seorang bapak tua berpakaian oranye yang memegang sapu dan duduk di depan halaman masjid. Aku kira dia seorang penjaga masjid yang mungkin sedang melepas lelah sehabis menyapu halaman masjid. Karena hari belum menunjukan pukul 7 pagi maka Aku pun berinisiatif untuk duduk di teras masjid bersebelahan dengannya, kemudian mengeluarkan uang Rp.20.000 dari kantong rokku dan menyerahkan kepada Bapak tua tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih ya neng atas sodaqohnya. Semoga berkah, dan akan saya masukan saja ke kotak amal ya neng” kata Bapak tua tersebut. “Amin ya ALLAH”, gumamku dalam hati sambil berdiri dan melangkah menuju masjid tanpa memperhatikan kata-kata Bapak tua tersebut.
Selesai shalat, tepat jam 8.00, Aku mulai melihat keramaian, ternyata ada pengajian Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak di masjid tersebut,dan karena belum ada rencana kemana-mana maka Aku pun memilih untuk ikut mendengarkan tauziah pagi ini dengan harapan ada yang bisa diambil ilmunya. Duduk manis di sudut, bersandarkan tiang besar masjid, Aku pun menunggu kedatangan sang ustadz. Setelah beberapa waktu berlalu datanglah memasuki masjid seorang lelaki yang sudah setengah tua, berpakaian putih bersih, bersarung kotak kotak, berpeci haji dan mengenggam tasbih, dimataku wajahnya bercahaya laksana mentari pagi waktu itu dan subhanallah ia.... ia..... adalah bapak petugas kebersihan berbaju oranye yang Aku temui di depan masjid tadi … ah, sungguh Aku malu dibuatnya.
Berulang kali aku mencoba memicingkan mataku karena takut salah lihat, ternyata benar ia adalah bapak tadi yang meletakan uang dua puluh ribunya di kotak amal, ternyata ia adalah seorang guru mengaji, seorang terpandang di masyarakatnya, seorang dengan ilmu yang tinggi dan seseorang yang terus belajar dan yang pasti ia seorang yang rendah hati, yang jauh dari kesombongan. Dan akupun telah meremehkan dirinya.
Jadi, Marilah kita belajar dari bapak tadi, mulai sekarang lepaskan pakaian kesombongan kita, karena kedudukan manusia dimata ALLAH bukanlah dilihat apa yang dimiliki tapi dilihat dari ketaqwaan, seberapa mampu kita menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA, hanya itu koq … yang lain ?
TIDAK, masih banyak yang lebih hebat dari kita, masih banyak yang lebih cantik / tampan dari kita, masih banyak yang lebih berilmu, masih banyak yang lebih kaya dan urusan dunia tak akan ada ujungnya…...........................
Dan berhentilah merasa diri paling benar dan paling cerdas, kalo ALLAH marah, nanti diambil loh semua isi otaknya dan menjadi pikun, kalau ALLAH marah nanti di ambil loh kecantikan dan ketampanan dan dilumpuhkan, kalau sudah begini, masih beranikah kita sombong ? Harus diakui bahwa ALLAH sangat berkuasa, jadi jangan main main dengan kesombongan karena kesombongan hanyalah milik Dzat Yang Maha Sempurna, Dzat Yang Maha Kaya, Dzat Yang Maha Hebat yaitu Tuhan kita ALLAH SWT.
Marilah kita bersama-sama membuang kesombongan itu jauh-jauh dari dalam lubuk hati kita. Mudah-mudahan kita termasuk makhluq yang rendah hati. Ameen.................
Dan ketika kita merasa diri kita lebih tinggi derajatnya secara materi, kedudukan, tingkat sosial, pendidikan dan sebagainya maka saat itulah kita memiliki kesombongan dan ketika kesombongan telah menjadi pakaian kita maka bersiap siaplah akan datang teguran dari ALLAH yang maha dahsyat...................
Bacalah Kisah seorang teman berikut ini ! Sengaja kami menggunakan kata – kata Aku. Hal ini bertujuan supaya kita bisa lebih menjiwai maksud kisah ini. Mudah-mudahan dengan membaca kisah ini iman kita kepada-Nya semakin kuat. Kami bukanlah menggurui namun kami hanyalah ingin berbagi ilmu kepada ikhwan wal akhwat muslimin.
Pagi ini ketika memasuki halaman masjid untuk shalat Duha Aku menjumpai seorang bapak tua berpakaian oranye yang memegang sapu dan duduk di depan halaman masjid. Aku kira dia seorang penjaga masjid yang mungkin sedang melepas lelah sehabis menyapu halaman masjid. Karena hari belum menunjukan pukul 7 pagi maka Aku pun berinisiatif untuk duduk di teras masjid bersebelahan dengannya, kemudian mengeluarkan uang Rp.20.000 dari kantong rokku dan menyerahkan kepada Bapak tua tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih ya neng atas sodaqohnya. Semoga berkah, dan akan saya masukan saja ke kotak amal ya neng” kata Bapak tua tersebut. “Amin ya ALLAH”, gumamku dalam hati sambil berdiri dan melangkah menuju masjid tanpa memperhatikan kata-kata Bapak tua tersebut.
Selesai shalat, tepat jam 8.00, Aku mulai melihat keramaian, ternyata ada pengajian Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak di masjid tersebut,dan karena belum ada rencana kemana-mana maka Aku pun memilih untuk ikut mendengarkan tauziah pagi ini dengan harapan ada yang bisa diambil ilmunya. Duduk manis di sudut, bersandarkan tiang besar masjid, Aku pun menunggu kedatangan sang ustadz. Setelah beberapa waktu berlalu datanglah memasuki masjid seorang lelaki yang sudah setengah tua, berpakaian putih bersih, bersarung kotak kotak, berpeci haji dan mengenggam tasbih, dimataku wajahnya bercahaya laksana mentari pagi waktu itu dan subhanallah ia.... ia..... adalah bapak petugas kebersihan berbaju oranye yang Aku temui di depan masjid tadi … ah, sungguh Aku malu dibuatnya.
Berulang kali aku mencoba memicingkan mataku karena takut salah lihat, ternyata benar ia adalah bapak tadi yang meletakan uang dua puluh ribunya di kotak amal, ternyata ia adalah seorang guru mengaji, seorang terpandang di masyarakatnya, seorang dengan ilmu yang tinggi dan seseorang yang terus belajar dan yang pasti ia seorang yang rendah hati, yang jauh dari kesombongan. Dan akupun telah meremehkan dirinya.
Jadi, Marilah kita belajar dari bapak tadi, mulai sekarang lepaskan pakaian kesombongan kita, karena kedudukan manusia dimata ALLAH bukanlah dilihat apa yang dimiliki tapi dilihat dari ketaqwaan, seberapa mampu kita menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA, hanya itu koq … yang lain ?
TIDAK, masih banyak yang lebih hebat dari kita, masih banyak yang lebih cantik / tampan dari kita, masih banyak yang lebih berilmu, masih banyak yang lebih kaya dan urusan dunia tak akan ada ujungnya…...........................
Dan berhentilah merasa diri paling benar dan paling cerdas, kalo ALLAH marah, nanti diambil loh semua isi otaknya dan menjadi pikun, kalau ALLAH marah nanti di ambil loh kecantikan dan ketampanan dan dilumpuhkan, kalau sudah begini, masih beranikah kita sombong ? Harus diakui bahwa ALLAH sangat berkuasa, jadi jangan main main dengan kesombongan karena kesombongan hanyalah milik Dzat Yang Maha Sempurna, Dzat Yang Maha Kaya, Dzat Yang Maha Hebat yaitu Tuhan kita ALLAH SWT.
Marilah kita bersama-sama membuang kesombongan itu jauh-jauh dari dalam lubuk hati kita. Mudah-mudahan kita termasuk makhluq yang rendah hati. Ameen.................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar