"Dengan tujuh respon dasar, otak tidak hanya menyuguhkan kewarasan' tetapi juga mampu menyuguhkan seluruh alam.
1. RESPON HIDUP & MATI
1. RESPON HIDUP & MATI
Respon paling dasar, bahkan kutu rambut pun memiliki hal ini. Lewat respon ini hidup diproyeksikan sebagai rimba perjuangan dan tujuanmu cuma satu " BERTAHAN HIDUP"
2. RESPON REAKTIF
Ini adalah upaya otak untuk menciptakan identitas. setelah melewati tahap pertama maka akan muncul kebutuhan yg lebih kompleks, yakni; "KE-AKUAN, KEPEMILIKAN". Ini adalah perkenalan pertama kita pada konsep kekuasaan , aturan & hukum.
3. RESPON RELAKSASI
Ditengah hiruk pikuk dunia materi, otak yg senantiasa aktif pun menginginkan kedamaian , ingin tenang, dan ia ingin yakin bahwa dunia luar bukanlah sumber segalanya. maka muncul respon ke-4.
4. RESPON INTUITIF
Otak mencari info keluar & ke dalam, pengetahuan eksternal bersifat obyektif , dan yang internal bersifat intuitif. Pada tahap ini manusia mulai bersandar terhadap apa yang ada di dalam.
5. RESPON KREATIF
Manusia dimampukan untuk mencipta, mengekplorasi fakta. kemampuan ini datang dalam momen yang penuh keajaiban, yang sering kita sebut inspirasi. Kita berkaca pada Sang Pencipta & melalui refleksinya kita mencicipi peran kreator.
6. RESPON VISIONER
Otak mempunyai kemampuan kontak langsung dengan kesadaran murni yg sama sekali tidak ditemukan di dunia materi. Pada level ini terjadi apa yang dinamakan ilham, karomah, atau fenomena-fenomena magis.
7. RESPON MURNI
Otak berawal dari satu sel yg tidak memiliki fungsi2 otak. Ia berawal dari satu cercah kehidupan tak terkatagori.meskipun ada sistemasi bilyunan syaraf yg tergantung pada otak, tapi otak sendiri tidak kehilangan akarnya pada kemurnian.itulah sumber sesungguhnya. sesuatu yg tidak perlu berfikir, namun ada.
Melalui ke-7 respon inilah manusia melihat dunia terbentang untuknya dan apa yg disediakan bagi kita untuk bermain dengan hidup. Permainannya sendiri.....terserah kita."
--> masa lalu dan masa depan hanyalah distraksi, menarik kita ke dalam abstraksi mental yang tidak nyata. Tidak ada yg lebih penting daripada "SAAT INI" karena itulah momen dimana potensi termanifestasi. Hanya "DISAAT INI" kita mampu merasakan masa lalu dan mewujudkan masa depan. "SAAT INI" selalu memperbaharui dirinya tanpa batas. Tapi begitu kita terjebak dalam linearitas, maka kita selamanya mengambang di pemahaman hidup yg dangkal.
--> jadi untuk apa kita menyesali masa lalu dan mencemaskan masa depan padahal "SAAT INI" adalah karunia dari tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar