Dewasa bukan berarti tua, Dewasa bukan berarti sudah pernah melakukan
sesuatu yang hebat dan besar, Dan dewasa bukan pula berarti suatu
kemapanan hidup yang dicita citakan. TETAPI seseorang bisa dikatakan
dewasa adalah bagaimana ia bisa melihat diri sendiri serta
lingkungannya, bagaimana ia mengetahui siapa dia, dimana dia berada,
kapan waktunya dan bagaimana caranya dia bersikap sehingga ia tahu kapan
dan apa yang boleh atau tidak boleh ia dikerjakan.
Memang tak bisa dihindarkan pada proses perjalanan kehidupan ini selalu ada 2 (dua) sisi yang berbeda, baik dan buruk, benar dan salah, kosong dan terisi, sedih dan senang, hitam dan putih. Dua sisi ini akan selalu ada dalam setiap proses kehidupan, biarlah hal itu terjadi secara alamiah asalkan masih dalam jalur membangun diri bukan untuk saling menjatuhkan, karena dua sisi tersebut dibutuhkan dalam dinamika kehidupan.
Iya, dewasa adalah ketika kita mampu membedakan hitam dan putih kehidupan dan yang terpenting adalah kita bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat karena dewasa adalah berani bertanggung jawab, berani janji dan berani menepati … Dan cara ALLAH membuat kita dewasa adalah dengan memberi ujian disana dan disini, dengan menempatkan kita pada kondisi yang tidak kita inginkan agar kita kuat !! Sip.
Orang Yang bisa Menertawakan Dirinya Sendiri adalah orang yang hebat dan lebih berpeluang menuju kearah sukses. Mengapa demikian? Karena orang-orang seperti ini mampu menyadari kelebihan serta kekurangan dalam dirinya sendiri. Dan orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang bisa belajar dari kegagalan, mereka tidak takut dalam menghadapi suatu kemungkinan gagal, mereka tidak takut akan malu dalam suatu kegagalan, mereka akan berusaha sekeras mungkin dalam melakukan suatu pekerjaan.
Dan bila mereka gagal dan ditertawakan orang lain, mereka tidak mudah putus asa karena malu, mereka akan mencoba lagi sampai berhasil. Karena orang-orang yang berani menghadapi kegagalan dan akan bangkit dari kegagalan adalah orang yang bakal sukses. Dan apabila mereka melakukan suatu kesalahan, mereka bahkan bisa menertawakan diri mereka sendiri karena telah sadar bahwa dirinya sendiri telah melakukan suatu hal yang bodoh yang membuat mereka gagal.
Memang tak bisa dihindarkan pada proses perjalanan kehidupan ini selalu ada 2 (dua) sisi yang berbeda, baik dan buruk, benar dan salah, kosong dan terisi, sedih dan senang, hitam dan putih. Dua sisi ini akan selalu ada dalam setiap proses kehidupan, biarlah hal itu terjadi secara alamiah asalkan masih dalam jalur membangun diri bukan untuk saling menjatuhkan, karena dua sisi tersebut dibutuhkan dalam dinamika kehidupan.
Iya, dewasa adalah ketika kita mampu membedakan hitam dan putih kehidupan dan yang terpenting adalah kita bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat karena dewasa adalah berani bertanggung jawab, berani janji dan berani menepati … Dan cara ALLAH membuat kita dewasa adalah dengan memberi ujian disana dan disini, dengan menempatkan kita pada kondisi yang tidak kita inginkan agar kita kuat !! Sip.
Orang Yang bisa Menertawakan Dirinya Sendiri adalah orang yang hebat dan lebih berpeluang menuju kearah sukses. Mengapa demikian? Karena orang-orang seperti ini mampu menyadari kelebihan serta kekurangan dalam dirinya sendiri. Dan orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang bisa belajar dari kegagalan, mereka tidak takut dalam menghadapi suatu kemungkinan gagal, mereka tidak takut akan malu dalam suatu kegagalan, mereka akan berusaha sekeras mungkin dalam melakukan suatu pekerjaan.
Dan bila mereka gagal dan ditertawakan orang lain, mereka tidak mudah putus asa karena malu, mereka akan mencoba lagi sampai berhasil. Karena orang-orang yang berani menghadapi kegagalan dan akan bangkit dari kegagalan adalah orang yang bakal sukses. Dan apabila mereka melakukan suatu kesalahan, mereka bahkan bisa menertawakan diri mereka sendiri karena telah sadar bahwa dirinya sendiri telah melakukan suatu hal yang bodoh yang membuat mereka gagal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar